Sabtu, 31 Maret 2012

sapi betina


Waktu itu aku baru saja 1 tahun kuliah di AUSTRALIA mengambil mata kuliah Agriculture jurusan Teknologi Rekayasa Genetk. 

Aku datang mengunjungi pameran pertanian & peternakan terbesar di dunia yang diadakan 2 tahun sekali selama 1 bulan penuh: “Morrington Country Fair”. 

Anyway, di pameran itulah sejak puluhan tahun, ratusan peternak biasa memamerkan dengan penuh kebanggaan ternak-ternak terhebat yang mereka kembang biakkan di peternakan mereka di berbagai sudut benua Australia..

Dan dalam acara pembukaan pameran itulah, aku PERTAMA KAMI MELIHAT dan ketemu dengan DIA, pada saat aku baru mengambil makanan di kantin; sedangkan dia minum Bir di sebelahku, sama sama berdiri di meja bar kantin yang terletak agak dipojok, jauh dari ruangan utama..

Cowok bule muda berumur 28-an tahun itu tingginya hampir 185cm, berotot dengan tubuh kekar, dada yang bidang dan wajah yang ganteng. Dia menghadap ke arahku dan mengucapkan salam terlebih dahulu:
”Hello mate” katanya sambil memperlihatkan senyum yang amat luar biasa.

"Hi" jawabku.

Setelah berkenalan dan ngobrol kesana kemari, kami merasa jadi dekat (atau aku yang merasa sok akrab?) dan sekarang aku tahu nama dia: TOM CUTTER.. Dia datang bersama KAKAK LELAKINYA untuk mengikuti pameran dan mempertontonkan ternak2 mereka dari ranch mereka.


  ----------------- 

TOM CURIGA KALAU AKU GAY

Sejak awal, aku memang tidak berniat macam2 terhadap TOM. Dia laki laki normal yang TERLALU STRAIGHT!, terlalu cowok!. Jadi kami hanya membicarakan Rekayasa Genetik dan dia bercerita tentang istri dan 2 orang anaknya yang masih kecil yang ditinggal sementara di kampung halamannya, 800 mil jauhnya dari Melbourne..

Tapi lama-lama... mungkin dia mulai sadar kalau aku terlampau bersikap dan sering memandang dirinya dengan cara yang TIDAK BIASA dilakukan oleh teman-teman lelaki yang lainnya. (Ya tentu saja, aku begitu terpesona berhadapan dengan cowok ganteng berbadan kekar yang macho dan amat menawan ini)

Ehh.., mendadak Tom mengangkat sebelah tangannya yang besar :
"How do you like the look of this" katanya sambil menunjuk ke arah tonjolah otot otot kekar di lengannya.

"Looks very strong" jawabku gugup.

"Go on" katanya sambil tersenyum,
"Have a feel" menyuruhku menyentuhnya.

Aku memegang dan mencengkram, Ooooh, terasa begitu keras, kuat dan penuh tenaga. Aku… aku… makin terpesona..

"Kedua tangan ini mampu memberi makan 4 anggota keluargaku and bisa membuatkan kamu Steak yang enak”  katanya bangga.

Lalu Tom mengangkat kemejanya keatas dan bicara lagi: “Dan lihat nih otot otot dada dan perutku………”

“Errr.. maaf!, kamu tidak perlu memperlihatkan seberapa besar otot otot perut dan dada kamu” aku mulai merasa malu.
.
Tom memotong ucapanku: "Well, kenapa donk kamu memperhatikan badanku segitu seriusnya??”
”Kamu suka cowok kan?”. Dia melihat langsung ke mataku

Aku menggigil gugup.
Gile!,
Aku tahu dia cowok straight, tapi ini Australia, mereka terbuka soal ini!.

Ah, kepalang tanggung kujawab sekenanya "Aku menganggap, kamu sangat macho dan sexy”

Mendadak Tom menurunkan tangannya kearah bawah dan secara demonstratif meremas tonjolan kukuh yang tersembunyi dibalik celana jeans ketatnya…,

Lalu tanpa kuduga Tom membuka ritsleting celana, merogoh dan memperlihatkan batang kemaluan yang gemuk dengan bangga.

Aku terpana melihat sikapnya yang tak terduga itu.
Karena posisi meja kami yang di pojok, tak ada orang lain di kantin itu yang bisa melihat perbuatan dia.

”Aku mampu menggauli 3 wanita sekaligus tiap malam” (I can fuck 3 girls every nite) katanya memancing.

”Benda ini mampu menghamili 30 wanita setiap bulannya”. Tambahnya lagi sambil meraih tanganku untuk meraba tonjolan ditengah selangkangan dia.
”Coba rasakan beratnya isi biji bijiku”

Wah..!,
Ya, aku memang sungguh sungguh terpesona. Tapi aku justru menjawab dengan bercanda. 
"... dengan inseminasi buatan dan bantuan teknologi genetika, cairan Sperma kamu mungkin mampu membuat 100 anak setiap bulannya!”

Dan Tom menjawab sambil mengangkat bahu:
”Ya mungkin saja.   Dokter bilang benih-benihku sehat dan sempurna untuk membuahi sel-sel telur di dalam rahim setiap wanita”

"TAPI AKU LAKI-LAKI....!" timpalku
Astaga!, kenapa aku berkata begitu?.

Tom juga tercekat sejenak, mencoba menebak maksud kata kataku.

Mendadak, aku sadar masih memegangi batang kemaluan dia.

“I know”  jawabnya "But I don’t mind fucking nice boy like you every night”

“Are you serious?” tanyaku dengan dada gemetar karena tak percaya mendengar perkataan bule ganteng yang cowok-banget itu.

Tom berpikir sejenak mendengar tawaranku.
”KAMU MAU JADI SAPI BETINA-KU?”

Tanpa menunggu jawabanku, dia menyeret tanganku
“OK ayo kamu ikut ke kamarku“ ajaknya sambil tersenyum nakal.


  ---------------------------

SPERMA BERKWALITAS TERBAIK SEDUNIA

Didalam kamar, aku jadi tak sabaran menatap sebentuk benda
ditengah selangkangannya…, sebongkah jendolan yang bener2 gedhe dan gemuk!, bahkan lebih besar dari milik semua cowok yang pernah meniduri dan menggauliku.

Saat Tom melepas celana dalamnya…,  Edan!, Tom ternyata cowok bule yang istimewa!.

Seperangkat alat kelamin dia memang amat dahsyat!.  Mataku sampai terpana melihat kedahsyatan yang berdiri tegak dihadapanku. Sungguh sungguh besaaarrrr dan panjaaaang!. Ukuran yang tidak normal untuk kebanyakan lelaki, bahkan lelaki bule juga!. Panjangnya mungkin 26 cm atau bahkan lebih, dan amat gemuk seperti botol Aqua kecil, berotot dan alur alur uratnya terlihat bertonjolan!. (ada yang penasaran?)

Sungguh!, inilah pertama kalinya aku melihat kontol laki laki XL (extra large) sebesar ini!.  
Pemandangan yang amat menggairahkan!. 
Kontol dahsyat semacam ini tentunya sudah ratusan kali dipakai untuk menyodok berbagai macam lubang.
Tapi aku tak peduli semua itu!.
Aku tak peduli walau Tom sudah ratusan kali ‘ML’ dengan belasan atau puluhan cowok atau cewek.

Karena penasaran, tanganku tak sabaran merogoh sebongkah batang itu…, tapi ehh.., ternyata dia menepis tanganku dengan kasar…


Kontolnya yang mengacung-acung, dia genggam dihadapan wajahku dan dikocok perlahan.  Dasar cowok bule!, tidak sampai 5 detik, aliran darah mengalir deras dan langsung kontolnya menegang makin keras dan ngaceng sampai ukuran maksimal!.
.
Wajahku menengadah minta dikasihani. Aku ingin segera mengemut kontol Tom. Wajahku mungkin kelihatan seperti iba memohon. Aku duduk sambil bersila dan memeluk sebelah pahanya.

Tom mengusap usapkan kepala kontolnya ke wajahnya, ke permukaan hidungku, di kedua pelupuk mataku.

Lidahku menjulur julur kearah kontol Tom. Tapi belum boleh kumasukkan ke mulutku yang menganga. Tom memukul mukulkan kontolnya dulu ke wajahku, ke pipiku, ke kedua kelopak mataku,.

“Hahhh….” aku mengeluh ingin segera bisa mengemut lontong mentah pujaanku. Aku ingin tenggorokanku segera disodok
.
Tom mengumpankan kedua biji telornya dan aku diisuruh ngemut dan menjilati biji2 itu dengan kedua bibir dan lidahku.
“You want my cock bitch…?” pintanya..
“Say, you want my cock ..? you want to suck my cock ….?”

Entah mungkin karena sudah terrangsang, akhirnya Tom meraih kepalaku ke arah selangkangannya :
”Now, you suck my cock Okay..”.

Direnggutnya kepalaku dengan kasar kemudian dengan paksa mukaku diangkat ke arah selangkangannya dan langsung saja dia menjejalkannya kepala kontolnya yang membengkak.

Wueekkk!. Spontan aku mual dan hampir muntah!, tapi kupaksakan diriku bertahan.

Maka Tom mendorong lagi ke dalam. Tapi aku langsung menggelepar, mau muntah.
“hoouuqhhkk…..” “Nooo... too big.... too big..”

Tapi Tom ngotot terus menjejalkan kepala kontolnya lebih dalam, sehingga seluruh kepalanya tercengkeram oleh tonggorokanku. 
Mataku sampai membeliakkan dan nafasku memburu.

“Heehhgg…hehegg ..heggeeh ..heghehh….”

Tom menjejalkan lagi sehingga seluruh kepala kontolnya tenggelam dalam cengkeraman tenggorokanku.
Dan pesona kedahsyatan kontol Tom ternyata merubahku jadi seperti ”sapi betina” yang dicocok hidung. Akupun membuka mulutku dengan suka rela dan membiarkan Tom mengentotkan kontolnya sampai kedalam tenggorokkanku, sehingga aku beberapa kali tercekik karena saluran nafasku tersumbat!.

Aroma pekat yang berbau khas laki laki dan keperkasaan batang kontol yang tertancap didalam kerongkonganku, membuatku kehilangan kontrol dan semakin terbakar oleh nafsu birahi yang berkobar kobar.

Entah berapa lama Tom mengentoti mulutku sampai nafasku terengah2, mataku membeliak, kedua tanganku mencengkeram pinggang Tom.

Dan setiap kali dia menarik dan menekan batangnya, aku menggelepar, mau muntah. Wajahku mungkin merah. Urat2 darah di leherku muncul kebiruan.

Siapapun yang tak sengaja melihat kejadian itu, mungkin mengira aku seorang MANIAK-SEKS. Dan sepintas, aku memang kelihatan seperti memuja batang kontol lelaki yang sedang kuhisap dan kujilati.

Suaraku terdengar seperti sedang mengerang, mendesah atau bergumam meracau, padahal aku tersedak, tercekik dan kepayahan melahap kontol itu.

Saat sadar Tom sedang berusaha mencapai puncak klimaks orgasmenya, aku mencoba bertahan, tersedak dan tercekik oleh kontol yang menggempur tenggorokanku, air mataku keluar tanpa terasa.

”Ready.....??!!” kata Tom.
”I want to cum.......... Oooogghhhhhh...  I am cumming …!”

Tanganku merasakan ada kedutan keras pada otot bawah batang kontolnya.

Cairan SPERMA yang panas dimuntahkan Tom bagai tembakan meriam!, kental, panas dan membentur keras ke dalam relung relung mulutku!. Masuk deras dan cepat…

Pada detik itulah kusadari sebuah kenyataan yang sangat mengagetkan!!!.

Betapapun kucoba, aku tetap tak siap menghadapi pengalaman pertama menerima semprotan air mani cowok bule ini ke dalam mulutku.

Tak kuduga air mani Tom ternyata muncrat amat banyaaaaak sekali, SANGAT BUANYAAAAKKKK..... sepertinya berliter liter.

“Jrottt…!, jrott…!!, jrottt…!!, jrott…!!!”,
Oooooggghhhhhqqewrkkk……
Tom berteriak histeris, melolong bak ANJING JANTAN yang telah MEMUASI BETINANYA. Dia puncratkan sperma hangatnya jauh kedalam tenggorokanku.

Dan Tom menyuntikkan sejumlah besar lendir pejuh yang luar biasa banyak!. Aku tersedak saat mulutku dibanjiri oleh cairan yang panas dan kental itu, mengalir tak terbendung melewati tenggorokanku.

“Drink my cum... Drink my sperm!. Drink all ….” perintah Tom sambil terus menekan kepalaku lebih dalam agar mulutku menampung seluruh cairan spermanya yang memancar itu.

Lendir sperma yang panas itu berhamburan membanjiri mulutku dan Tom terus menekan kepalaku semakin keras, sehingga otomatis aku harus mereguk dan menelan cairan pejuh Tom.

You drink my cum bitch!! Drink bitch
Kudengar dia berkata dan terus menyemburkan benih-benih sperma ke dalam mulutku.   Berliter liter rasanya kuteguk cairan kental dari laki laki pemilik tubuhku..

Aku tak berdaya. Terpaksa melahap cairan sperma yang terasa kental, licin, hangat, berbau khas sperma dan agak asin dan lumayan enaaaaaak rasanya...., 

Tapi aku heran, betapa mudahnya semua lendir kental itu tertelan olehku, mengalir dengan lancar melalui tenggorokanku, reguk demi reguk. Dapat kurasakan cairan sperma Tom di lidahku, rasanya agak asin, anyir, manis, licin, berlendir kental, dan ternyata sangat enak juga rasanya.

”Wow!, good!, you drink my cum Bitch!!”  kata Tom dengan perasaan puas memandang aku yang begitu sibuk mereguk semprotan sperma dia.

Aku mengusap bibirku dari sisa sisa air mani yang meleleh dari mulutku. Air mataku tak tertahankan menetes ke pipiku, bukan menangis, tapi karena tersedak, aroma yang kuat dari sperma laki laki yang kuminum masih tercium pekat dari mulutku.


  ---------------------

DIJADIKAN ”SAPI BETINA”

Dari pengalaman Tom sebelumnya dan untuk menjaga segala kemungkinan berontak atau lainnya karena pasti akan sakit, maka Tom  mendekap ketiak, tangan dan leherku sekaligus, dan kedua paha dan betisnya menindih pahaku, sehingga aku sulit menggerakkan badan.

Sekarang Tom tahu korbannya sudah siap dientot, maka dikencangkannya pelukan kedua tangannya sampai aku tak bisa lagi bergerak. Maka dengan pelan didorongkannya kepala kontol raksasa  ke dalam lobang anusku.

“ haaarrrgghh… it hurt Tom …. Wait……” sergahku.

Gerakan badanku menggeliat, meronta mau menghindar tapi tidak kuasa, karena semua anggota badanku sudah terjepit. Lalu ditusuknya oleh Tom dan tembus senjata laras panjang yang kepalanya jendol itu ke liang sanggamaku.

“ Haaaargghhhh…Tom…” aku terkejut dan kembali coba meronta, tapi tak berhasil.
Aku berkeringat, menahan nafas dan rasa takut. Tetapi Tom mulai memainkan kontolnya maju mundur sedikit dan perlahan.

Waktu itu aku meringis, mendesah. Mataku membelalak karena kesakitan dan meronta ronta. Aku tersiksa, dan keringatku sudah basah kuyup.

“Please Tom ….. you hurt me …”” rintihku.

Tom hanya senyum, sadar korbannya sudah siap dengan serangan lanjutan. Maka sekali lagi dikencengin pelukannya, baik kaki maupun kedua tangannya.  Sambil dicium dan digamit leher dan bibirku, dipererat pelukan kedua tangan, saat itu juga didesakkan lebih lanjut kontolnya yang baru sepucuk masuk, menjadi lebih dalam.

“ Blessseehhtthh..”

“Haaghhh …hahaaaghh ..haghaahh ….please.. please…”
Aku berteriak kesakitan.  Nafasku terengah2, mataku membalik, tanganku menggapai gapai dan tubuhku menggelepar.

Dalam keadaan begitu, Tom memeluk aku dengan erat. Tom menciumiku, pipiku, mulutku, kupingku sampai aku menggelinjang.

Tom mengunci selangkanganku dengan kedua pahanya sehingga  tiada daya dan tenaga lagi untukku berontak.  Bersamaan dengan itu Tom menjejalkan lagi kontolnya, seluruh batangannya. Mantab dan langsung nembus sampai ke dasar.

“ Haaaarrgggghhh …. , ….hurt Tom… I am in pain…” rintihku dan sekali lagi usahanya untuk berontak tak berhasil lepas.

Aku makin mendesah takut kehabisan nafas. Mukaku penuh dengan keringat, demikian juga sekujur tubuhku.  Aku meronta, mengaduh, napasku tersengal2, keringat mengucur basah kuyub. Jeritanku tidak kedengaran, karena seluruh mulut dan kedua bibir dan lidahku dipagut oleh mulut Tom yang mencengkeram dan menghisap.
Lalu Tom mulai menarik dan menenggelamkan batang kontolnya terus menerus dan makin cepat.  Aku menggeliat dan kembali berusaha berontak tapi kembali Tom mempererat cengkramannya sambil membekap mulutku.

Aku jadi lemah dan makin melemah, memejamkan mata dan tidak lagi melawan.

Tom terus mengggojlok lagi lubangku dengan batang kontolnya, si lontong mentah.  Terasa oleh dia seperti ada lubang peranakan pas di ujung menutupi lubang kepala kontolnya. Maka Tom makin nafsu. Pasti itu bukan lobang peranakan karena aku adalah laki laki yang tak punya peranakan. Yang terasa seperti cincin kecil melingkar itu pastilah perbatasan lubang uterus dengan ujung usus halus dua belas jari.

Tom mendorongkan ujung kepala kontolnya ke cincin kecil yang lembut dan kenyal itu. Cincin itu terasa sekali elastis dan lebih lembut.

Akhirnya tertembus juga cincin anus itu dengan kepala kontol yang jendol segede telor bebek itu,  dan cincin itu menjepit dengan kencang tetapi lembut dan terasa kulit kepala kontol menyentuh  dinding yang sangat hangat,  lembut dan lunak tetapi kencang menggigit bahkan mencengkeram.

 Inilah kenikmatan luar biasa yang tidak dimiliki pada istrinya. Pikir Tom.
Tom memeluk erat tubuh telanjangku, kenikmatan luar biasa, napasnya tinggal terengah-engah.

“ Haargghhh…” Aku sudah tak tahan lagi merasakan penderitaan kesakitan. Nafasku tersengal2, keringat mengalir meleleh disekujur tubuhku, pantat dan pahaku. Hanya mendesah dan kepalaku tergolek kekiri dan kekanan, mataku setengah terbuka setengah tertutup.


“Tom …. Toooommm …..haaaagggghh…..” aku mendesah..
“pleaaaaaasssss …” mataku tak dapat lagi membuka.

Merasa sudah mantap penetrasinya, dan aku pun sudah tak berdaya, maka dihabiskanlah seluruh batang kontol Tom yang sejengkal lebih itu ambles kedalam celah selangkanganku. Akupun sudah tak bergerak lagi, lemas, pasrah, nafasku pelan, mataku terpejam.

“ Toooommm …..” sebentar mataku terbuka sedikit hanya untuk melihat wajah Tom, si cowok bule yang sadis itu.

Tom makin menjadi memompa memasukkan dan menarik kembali dari cincin kecil dan lembut itu. Setiap kali kepala kontolnya melewati jepitan cincin nikmat tersebut,

Aku mebelalak dan mendesis kesakitan.
“ Toomm …… stop …..it hurt Tom ……” Aku menghiba.  Makin sering digojlok, dan makin cepat aku merasakan siksaan duniawi.

Yang semula satu persatu dilakukan Tom dengan hati2, sekarang semakin cepat gak dihitung lagi. Setiap tiga empat kali berhenti, tapi sekarang sogok terus gak dihitung lagi.
Ah... wajah aku ketakutan, ekspresi wajahku menampakkan penderitaan yang luar biasa.  Ekspresi wajah laki laki yang baru pertama kali diperawani oleh cowok bule perkasa.

Tom menyeringai seram, tanda puas karena berhasil merengut keperawanan seorang cowok Asia. Tom mempermainkan, merobek dan menjarah tubuh mungilku dengan kasar.

“I want to make baby inside you…. …”

Rongga anusku terasa nyeri dan lelah karena Tom sudah menggagahinya hampir 1 jam. Tapi aku akan melakukan apa saja untuk membahagiakan Tom.
Air mataku menetes. Tapi tentu saja Tom tidak menyadari hal ini. 

Sedangkan Tom merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Seluruh tubuh ular besar itu bergerak dengan kasar di dalam duburku. Berkali-kali kepala jamur raksasa itu menyentuh titik kenikmatan jauh di dalam anusku.

Setelah seratus kali tusukan lebih Tom berubah wajah, uratnya menonjol. Dia merasa sudah waktunya akan membuahi peranakanku.

Aku pun tinggal pasrah saja sambil tersengal2.

Dan pada saat itu oleh Tom disahutnya dengan mulutnya,  telinga kiriku oleh mulut Tom seperti elang menyambar anak ayam. Digigit dan dilumat kuping ku itu sehingga aku yang pasrah luar biasa, badanku menggelinjang menggelepar luar biasa.

Dan saat itulah tanpa dapat dikontrol, dari kontolku yang ngaceng muncrat air pejuh yang putih.
CREEEETTTTT .... CREEETTTT.... CRREEETTTTT....

“Aaaaahhhhhhhhhhhh……..”  Aku mengalami klimaks. Saat cipratan demi cipratan air maniku mengucur keluar, otot-otot anusku pun bereaksi dengan memijat, menyusu dan mencengkeram alat vital Tom lebih erat lagi.

Jepitan kencang itu dengan semena-mena telah memaksa Tom menuju nirwana ke tujuh malam itu. Tetes keringat bercucuran dari peningnya. Ia mempercepat gerakannya, menurunkan tubuhnya sehingga bersatu dengan tubuhku.

Bersamaan dengan itu disogok habis lubangku dengan seluruh batang kontol Tom sahingga menembus cincin dalam, dan kenikmatan luar biasa itu menjadikan Tom tak sanggup lagi menahan diri dan muncrat hangat dan keras sampai di dalam lubangku.

JROOOTT... JROOOTTT... JROOOTTT....

“Please Tom.. . Please stop …”
Rasa panas luar biasa aku rasakan di dalam perutku. Burung yang besar itu telah menamkan benih cintanya pada diriku. Diriku terasa sangat penuh.

Aku lemes dan Tom pun rebah di sampingku kelelahan.
Dari tadi tengah malam sampai jam 3 subuh, dua jam lebih aku dijajah dan dilalap habis sama Tom si jahanam.



    
----------------------- 

KUMPUL KEBO

Akhirnya…, selama 1 bulan itu, Tom menyuruhku tinggal sekamar dengan dia.

Dan Tom memperlakukan aku sebagai wanita, atau pengganti istrinya, atau lebih tepatnya: sebagai “SAPI BETINA” miliknya, setiap malam!.

Aku memang Gay, Tidak selalu sebagai pihak bottom,
Tapi Tom benar benar pejantan tangguh yang hebat!.

Tampan, kekar, stamina tinggi, selalu penuh bergairah dan gede nafsu!!.
Aku sungguh sungguh menikmati perasaan tak berdaya setiap kali dia mendominasi aku dan menuntut aku untuk berperan sebagai bottom untuk melayani hasratnya.

Setiap malam sehabis acara pameran, Tom menyeret aku ke dalam kamarnya, lalu menyergap tubuhku dan menyetubuhi aku untuk melampiaskan nafsu birahinya

Kakaknya tahu, aku dijadikan ”peliharaan” oleh Tom selama sebulan itu di dalam kamarnya. Teman2nya juga hanya tertawa setiap kali melihat Tom menyeret aku setiap malam kedalam kamarnya

Hanya teman2-ku dari Indonesia yang mencibir setelah mengetahui aku adalah seorang Gay yang dijadikan ”simpanan” cowok bule.

Tapi aku bangga walau tubuh telanjangku hanya dipakai untuk kesenanganan dirinya saja
Dimabuk kepayang oleh kedahsyatan permainan cintanya, aku tak peduli kalau saluran anusku mengalami kerusakan yang fatal akibat gempuran batang kejantanan Tom yang berukuran luar biasa. Meninggalkan bekas yang tak terhapuskan seumur hidupku, dan tak mungkin terlupakan..

Sekujur tubuhku dan setiap tetes darahku rasanya sudah penuh dialiri oleh lendir benih-benih Sperma Tom (yang langsung dia tanamkan ke dalam tubuhku atau sengaja dia suruh minum ke dalam mulutku),  

Tentu, karena bertentangan dengan genetika kelelakiannya, Tom tidak mungkin menghamili aku seperti terhadap kaum wanita, tapi benih-benih Sperma yang dia semburkan setiap malam, memberiku kecukupan SUMBER PROTEIN KWALITAS TERBAIK yang diproduksi oleh tubuh laki laki perkasa.



Oh Tom, apakah semua laki laki sedahsyat kamu?.

Apakah kamu masih mengingat aku?. .



TAMAT

3 komentar: